Halaman Kami


Saturday, 19 November 2016

Pengelolaan Minyak Jelantah Untuk Pemberdayaan Masyarakat


Beberapa pekan lalu saya diminta untuk membantu teman untuk membuat animasi tentang pengelolaan jelantah. Teman saya itu memang aktif di kegiatan sosial. Tanpa pikir panjang, dengan prinsip "Ayo berkontribusi untuk kebaikan, walaupun sekecil apapun" akhirnya saya sanggupilah permintaan teman tersebut.

Sebelum lanjut, sahabat tahukan apa itu jelantah?
Itu lho....minyak goreng yang habis dipakai untuk menggoreng

Minyak goreng belum dipakai
Minyak Jelantah


Mencari Bahan Animasi
Sebagai bahan referensi, teman saya memberikan presentasi tentang gerakan "Jelatah4Change" yang beliau galang di Balikpapan. Presentasi yang cukup menarik, tapi agak njlimet kalau mau dijadikan bahan untuk sosialisasi ke masyarakat.

Setelah berselancar di dunia maya, saya baru tahu jika gerakan serupa sudah banyak beredar di seluruh Indonesia ini. Dari situlah, saya menemukan pola yang bisa dipakai untuk animasi saya.

1. Apa yang biasa terjadi terhadap Minyak Jelantah?
Ternyata paling tidak ada 2 tipe nasib jelantah saat ini.

Yang pertama adalah dipakai ulang, baik itu jelantah yang masih agak bening ataupun jelantah yang sudah bueeteek kehitaman.

Jelantah yang dipakai untuk menggoreng lagi dan lagi
Yang kedua adalah yang langsung dibuang ke saluran air.

2. Apa bahaya nya?
Secara ringkas, jelantah yang dipakai berulang ulang akan mengalami perubahan fisik dan kimiawi yang dapat menghasilkan asam lemak jenuh dan radikal bebas.

Asam lemak jenuh dan radikal bebas berkontribusi terhadap timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit hati dan kardiovaskular,[1] bahkan kanker.



Bahaya Jelantah untuk kesehatan
Jika jelantah langsung dibuang ke lingkungan, maka bisa mengakibatkan masalah di saluran air berupa sumbatan


ataupun kematian biota air akibat berkurangnya kadar oxigen akibat kandungan jelantah di air

3. Lalu Bagaimana Membuang Jelantah?
Jelantah sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat seperti Biodiesel dan Sabun. Sudah banyak pengolah komersial ataupun skala rumah tangga yang memanfaatkan jelantah sebagai bahan dasar nya.

Diperlukan 4 pihak yang berkomitmen agar pengelolaan jelantah sukses

(i) Masyarakat sebagai penghasil jelantah berkomitmen untuk tidak memakai jelantah berulang kali atau membuangnya ke parit. Masyarakat juga berkomitmen untuk mengumpulkan jelantah Yang dihasilkannya.

(ii)Relawan, dibutuhkan relawan yang berkomitmen untuk mengambil jelantah dari masyarakat, mengumpulkaan dan membawa jelantah ke pengolah. Dan juga berkomitmen menggunakan uang hasil penjualan jelantah untuk pemberdayaan masyarakat.

Untuk area Balikpapan, silahkan kunjungi halaman facebook Jelantah4Change untuk informasi lebih lanjut.

(iii)Pengolah yang berkomitmen untuk mengolah jelantah menjadi produk yang aman dan bermanfaat.

(iv) Pemerintah yang berkomitmen mendukung gerakan pemanfaatan jelantah dan memberikan kemudahan perizinan untuk pengolah.


Sebagai akhir tulisan ini, saya tampilkan hasil video saya sebagai dukungan saya untuk gerakan Jelantah untuk Masyarakat.



[1] http://fk.ugm.ac.id/2015/03/bahaya-minyak-jelantah/