Halaman Kami


Thursday, 21 March 2013

Mari Bermain Api - Edisi Mati Lampu

Di Indonesia, mati lampu adalah hal yang biasa. Maklum listrik di negara kita disuplai oleh PLN sebagai Perusahaan Lilin Negara (maaf ya PLN...becanda aja kok)



Daripada suntuk nungguin lampu nyala, Yuk kita pakai aja lilin untuk asyik belajar sambil bermain.



Gambar ilustrasi yang saya pakai dibawah ini sengaja di foto pada siang hari. Soalnya kalau gelap-gelapan, malah nggak kelihatan jelas nantinya :) . Cara bermainnya;

Siapkan piring yang diisi air secukupnya

Nyalakan lilin, dan letakkan di atas air.

Letakan gelas secara terbalik ke dalam piring sehingga lilin berada di dalam gelas.



Pada saat lilin berada di dalam gelas, maka api lilin akan semakin redup sampai akhirnya benar-benar padam. Yang menakjubkan pada saat yang bersamaan, permukan air di dalam gelas menjadi naik.

Pemirsa, apakah ada tenaga gaib yang menghisap air ke dalam gelas? (#gaya presenter Silet mode on)

Faktanya memang ada "sesuatu" (yang tidak cetar membahana) yang menarik atau menghisap air ke dalam gelas.

Sewaktu kecil, saya diberitahu dan saya percaya kalau hal tersebut disebabkan karena oksigen yang dikonsumsi oleh lilin sehingga habis dan menciptakan keadaan vakum di dalam gelas.

Saat remaja, saya mulai menanyakan keyakinan saya tersebut. Bukankah kalau sesuatu terbakar ia akan tergantikan oleh sesuatu yang lain?, apakah sesuatu yang lain itu memiliki volume yang lebih kecil?, rasanya tidak.

Lilin yang terbakar akan menghasilkan karbon dioksida dan uap air.

Menurut saya kuncinya ada di uap air.

Pada saat lilin terbakar, air yang dihasilkan masih dalam ke adaan uap. Pada saat lilin mulai redup dan akhirnya mati, keadaan di dalam gelas mulai mendingin dan uap air yang dihasilkan ikut terkondensasi menjadi embun. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya embun yang terbentuk dalam permukaan gelas.

Uap air yang tadinya memenuhi ruangan di dalam gelas telah mengembun. Sementara kita tahu, pada jumlah masa yang sama, uap air menempati volume yang jauh lebih besar daripada air. Artinya, karena pengembunan  terjadilah "penyusutan" volume yang berakibat pada penurunan tekanan dan keadaan vakum.

Keadaan vakum inilah yang menjadi "tenaga gaib" yang menghisap air ke dalam gelas.

Ini menurut saya lho, sahabat ada pendapat lain?