Halaman Kami


Saturday, 15 January 2011

Kancil vs Buaya ; menolong Kerbau

Pada suatu hari di hutan, Buaya sedang asyik berjemur dipinggir sungai....Ketika sedang menikmati istirahatnya tersebut, tiba-tiba terdengar suara "Kreeeeeek.....Gdubrak". Entah kenapa, buaya merasa sakit sekali, dan sulit bernafas, dan ketika membuka matanya ternyata sebatang pohon tua dan besar telah menimpanya.

Si Buaya




Buaya pun berteriak meminta tolong, "tolong saya...tolong saya". Tidak jauh dari tempat itu, Kerbau sedang menikmati santap siang rumputnya. Kerbau pun mendengar teriakan minta tolong dan mendekati sumber suara. Ketika di dapatinya Buaya yang tertimpa pohon, Kerbau menjadi kasihan. Tanpa pikir panjang, disingkirkannya batang pohon itu dengan tanduknya yang kuat sehingga Buaya terbebas....

Si Kerbau


tapi apa yang terjadi?????....Buaya bukannya berterima kasih malah menggigit kaki Kerbau....."setelah tertindih tadi aku jadi lapar....dan kamu merupakan makanan yang lezat yamm-yammm"





Kerbau kaget, ketakutan dan protes, "Hai Buaya, kenapa kamu tidak tahu berterimakasih....aku sudah menolongmu, kenapa begini caramu membalas?"....
Buaya menjawab "hahaha....siapa suruh kamu tolong aku...emangnya aku pikirin soal balas budi"
Kerbau jadi tambah takut, "Ttttu tu...tunggu, Buaya", "bagaimana kalau kita tanya pada tiga mahluk yang lewat, kalau mereka bilang kamu boleh makan aku, maka aku ikhlas kau makan"...
"MMmmmh....bol jug tuh idenya.....ane suka" kata Buaya (walau dalam hati, Buaya udah niat makan Kerbau apa pun jawaban yang diberikan nanti)

Mahluk pertama yang lewat terbawa arus sungai adalah mainan pesawat yang sayapnya patah, Kerbau pun menceritakan nasibnya lalu bertanya, "Bagaimana pendapatmu, boleh kah Buaya memakan aku"....
Si mainan berkata, "Huhhh...andai si Fulan anak yang memiliki ku tidak membuangku setelah sayap ku patah, pasti aku akan membelamu Kerbau....tapi kenyataannya, dia tidak peduli lagi padaku, hanya karena sayapku patah, dia tega membuangku ke sungai...", Kerbau mulai merasa pesimis akan nasibnya...

Mahluk kedua yang lewat adalah sepeda roda tiga yang roda depannya sudah bengkok....dengan terseok-seok dia melintas. Kerbau pun menceritakan nasibnya lalu bertanya, "Bagaimana pendapatmu, boleh kah Buaya memakan aku"....
Si sepeda berkata, "Huhhh...andai si Fulan anak yang memiliki ku tidak menabrakkan ku ke padang pohon tentu nasibku tidak seperti ini...........yang paling sakit, dia terus membuangku setelah kondisiku seperti ini, ....jadi teima sajalah nasibmu hai Kerbau.", Kerbau mulai putus asa


Buaya bersorak, "sudah lah Kerbau, aku sudah lapar nih". Kerbau pun panik,"tuttutunnggu Buaya, tunggu yang terakhir lewat ya"

mahluk selanjutnya yang lewat adalah sekor Kancil. Kerbau pun menceritakan nasibnya lalu bertanya, "Bagaimana pendapatmu, boleh kah Buaya memakan aku"....

Si Kancil


Si Kancil dengan muka pandir berkata,"maaf, aku ini bodoh sekali...aku tidak mengerti apa yang kau tanyakan, bisa kau ulangi lagi". Kerbau pun menceritakan lagi nasibnya lalu bertanya, "Bagaimana pendapatmu, boleh kah Buaya memakan aku"....

Si Kancil dengan muka pandir kembali berkata,"maafkan aku yang bodoh ini...tapi aku masih tidak mengerti apa yang kau tanyakan, bisa kau ulangi lagi". Kerbau pun menceritakan kembali nasibnya lalu bertanya, "Bagaimana pendapatmu, boleh kah Buaya memakan aku"....

Si Kancil kembali berkata dengan muka yang lebih pandir lagi "haduh, dasar otakku bebal.....aku masih belum mengerti nih". Buaya menjadi marah sekali,"Dasar mahluk bodooooh....entah bagaimana caranya membuat kamu bisa mengerti"

Si Kancil  menjawab,"Oooo kalau itu ....orang tua ku lebih sering mengajarku dengan praktik langsung, dengan itu pasti aku langsung mengerti"...."Kalau boleh, coba di ulang kejadiannya sedari awal"

Buaya yang marah dan lapar pun langsung tidak sabar, "nih simak kejadiannya dari awal ya, Awas kalau masih nggak ngerti"...Lalu dilepaskannya gigitan ke Kerbau, lalu ia ber cerita ke Kancil

"tadi siang aku sedang asyik berjemur dipinggir sungai....tiba-tiba terdengar suara "Kreeeeeek.....Gdubrak". dan ketika aku membuka mata sebatang pohon tua dan besar telah menimpaku...."

"Seperti apa menimpanya ?" tanya Kancil. "Arrggh kau memang bodoh Kancil" hardik Buaya marah...."Hai Kerbau, timpakan lagi batang pohon itu kepadaku" perintah Buaya...
Kerbau dengan ketakutan menimpakan kembali batang pohonnya ke Buaya.
"Pohonnya menimpaku seperti ini Kancil bodoooh, Bagaimana sudah mengerti Kau?...cepat lah, aku sudah lapar dan ingin memakan Kerbau nih!!" hardik Buaya lagi..

Lalu Kancil berkata, "Nah, sekarang aku baru mengerti", sambil tersenyum, Kancil mengajak Kerbau " Kerbau, yuk kita pergi" Sambil meninggalkan Buaya yang kembali tertimpa pohon :)

Artikel lain yang mungkin bermanfaat